Dalam dunia industri, salah satu kegiatan yang umum dilakukan adalah mengangkat dan memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Berat barang yang dipindahkan tersebut sangat bervariasi mulai dari yang paling ringan hingga super berat. Untuk membantu proses pengangkatan tersebut, ada berbagai alat bantu yang dapat dipergunakan salah satunya adalah Webbing Sling belt.

PT. Hamparan Anugrah Sejahtera yaitu distirbutor yang menjual webbing sling dengan barang berkualitas dan bersertifikat, Di dalam berbagai macam jenis industri termasuk konstruksi, pertambangan, transportasi, manufaktur, minyak dan gas pastilah dibutuhkan alat untuk memindahkan dan mengangkat barang berat dan ini harus dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus yang disebut dengan lifting equipment. Dalam kondisi tertentu, dibutuhkan alat bantu yang dapat untuk mengangkat beban, namun dengan material yang lembut sehingga tidak melukai beban yang akan diangkat. Web Sling atau Webbing Sling hadir sebagai salah satu solusi alat lifting equipment yang menjawab kebutuhan industri anda. Bagi Anda yang bergerak di bidang industri dan Anda butuh alat untuk membantu dalam pengangkatan, Hanata Lifting solusi yang tepat untuk anda, yang sedang mencari berbagai macam lifting equipment seperti lever block, chain hoist, webbing sling, dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua itu bisa anda dapatkan dengan harga yang sangat terjangkau dengan kualitas yang tinggi, aman dan berkualitas.

Webbing Sling

Webbing Sling sering juga disebut dengan sling belt atau Webbing Sling belt adalah alat bantu berupa anyaman atau tenunan yang terbuat dari nilon, polyester, atau polypropylene dan dibuat berbentuk datar atau pipih maupun bentuk tabung dengan ukuran yang berbeda-beda sesuai dengan daya angkat.

Penerapan dan Fungsi Webbing Sling Belt

Guna Webbing Sling yang utama merupakan buat mengangkut barang ataupun bahan yang berdimensi besar dengan bobot yang berat. Dalam sebagian suasana, Webbing Sling belt digunakan selaku pengganti dari kawat sling ataupun wire rope sling.

Bersumber pada guna Webbing Sling belt tersebut, alat bantu ini bisa dipergunakan dalam bermacam tipe industri misalnya industri konstruksi, industri perkapalan, industri kargo, serta bermacam tipe industri yang lain. Tidak hanya pemakaian dalam bidang industri, Fungsi Webbing Sling belt pula bisa diaplikasikan dalam bermacam aspek lain dalam kehidupan manusia misalnya:

- Sabuk pengaman pada bermacam alat transportasi seperti mobil serta pesawat terbang

- Fungsi Webbing Sling yang lain merupakan dipergunakan selaku bagian dari parasut

- Fungsi Webbing Sling belt yang lain merupakan selaku lashing kargo serta lashing kayu. Buat guna Webbing Sling yang satu ini, penggunaannya digabungkan dengan alat bantu lain seperti ratchet strap.

Tipe Webbing Sling Belt Bersumber pada Bahan Pembuatnya

Secara umum, terdapat 2 tipe bahan yang dipergunakan selaku bahan pembuatan Webbing Sling belt yang dipergunakan dalam dunia industri yaitu:

- Nilon

Nilon mempunyai bermacam kelebihan yang buatnya diseleksi selaku salah satu bahan utama pembuatan Webbing Sling belt. Nilon mempunyai ciri yang lumayan elastis serta kokoh. Tidak hanya itu, Nilon mempunyai energi tahan yang lebih kokoh terhadap paparan cahaya matahari secara langsung. Tingkatan kekuatan Webbing Sling belt dari bahan nilon tidak hendak menurun lebih dari 30%( breaking load value) meski dipergunakan dibawah cahaya matahari dalam waktu lama. Seluruh kelebihan tersebut jadi aspek pendukung maksimalnya guna Webbing Sling belt.

- Polyester

Polyester ataupun serat sintesis yaitu tipe bahan yang pula umum dipergunakan selaku bahan pembuatan webbing. Webbing Sling belt dari polyester mempunyai bermacam kelebihan yang buatnya terkenal dalam dunia industri. Webbing Sling belt polyester lebih lembut serta fleksibel dibanding nilon sehingga lebih sesuai buat mengangkut benda- benda yang delicate ataupun memerlukan penindakan ekstra. Bahan polyester pula tidak meresap air sehingga sesuai dipergunakan dalam industri yang bersentuhan dengan air seperti dalam industri perkapalan.

Di sisi lain, polyester terbilang rentan terhadap bahan kimia ether serta alkali. Buat itu, para pengguna wajib teliti dalam memilah produk yang benar-benar cocok dengan kebutuhan industri mereka buat memperoleh hasil terbaik. Khusus buat Webbing Sling   sendiri cuma ada dari bahan polyester saja. Dengan macam opsi energi angkat ataupun kapasitas, Kamu hendak bisa menciptakan produk Webbing Sling belt dari   yang pas buat kebutuhan.

Warna Webbing Sling

Produk webbing seperti Webbing Sling   mempunyai varian macam warna. Apa serta kenapa terdapat begitu banyak varian warna sling belt? Alibi utamanya merupakan aspek keselamatan. Guna Webbing Sling bersumber pada kapasitas ataupun energi angkat bisa dengan gampang dibedakan bersumber pada warnya. Operator yang memakai Webbing Sling   tidak butuh memandang spesifikasi

yang tercetak pada webbing buat mengenali energi angkatnya. Lumayan dengan memandang warna webbing itu sendiri. Dengan begini, operator bisa memilah Webbing Sling   yang pas serta cocok dengan beban yang hendak dinaikan dengan gampang serta kilat.

Kode Warna Webbing Sling Belt selaku Bentuk Indikator Fungsi Alat

Tidak hanya untuk alasan kepraktisan dalam mengidentifikasi guna webbing sling, terdapat alibi lain dari pemakaian motif tersebut. Warna webbing slit   yaitu bagian dari pemenuhan peraturan serta undang- undang yang mengendalikan Mengenai pemakaian alat bantu dalam dunia industri. Peraturan yang kerap jadi referensi buat perihal ini merupakan Lifting Operations and Lifting Equipment Regulations 1998 (LOLER).

Peraturan LOLER ini dengan jelas mengharuskan seluruh alat serta alat bantu angkat buat terbuat cocok dengan gunanya, sesuai dengan tugas tiap- tiap, serta mempunyai indikator khusus. Peraturan ini memanglah tidak melaporkan kalau Webbing Sling belt wajib diberi warna yang berbeda, tetapi secara tidak langsung sistem kode warna ini sudah diterima selaku bentuk bukti diri buat membedakan guna Webbing Sling dalam dunia industri. Perihal yang sangat berarti merupakan, sistem kode warna pada Webbing Sling   cocok dengan ketentuan yang dinyatakan dalam LOLER.

Makna Kode Warna Webbing Sling

Produk Webbing Sling   ada dalam macam warna cocok dengan peraturan yang berlaku. Kode warna yang dipergunakan yaitu kode yang diterima serta disepakati dunia industri secara umum di segala dunia. Tiap warna menampilkan kapasitas serta guna Webbing Sling   yang berbeda.

Berikut ini merupakan sistem kode warna yang dipergunakan oleh Webbing Sling   beserta uraian kapasitas buat tiap- tiap warna:

- Warna Ungu

Energi angkat optimal ataupun kapasitas Webbing Sling belt warna ungu merupakan sebesar 1 ton

- Warna Hijau

Kapasitas Webbing Sling warna hijau merupakan sebesar 2 ton

- Warna Kuning

Kapasitas Webbing Sling warna kuning merupakan sebesar 3 ton

- Warna Abu- abu

Kapasitas Webbing Sling warna abu- abu merupakan sebesar 4 ton

- Warna Merah

Kapasitas Webbing Sling warna merah merupakan sebesar 5 ton

- Warna Coklat

Kapasitas Webbing Sling warna coklat merupakan sebesar 6 ton

- Warna Biru

Kapasitas Webbing Sling warna biru merupakan sebesar 8 ton

- Warna Orange

Kapasitas Webbing Sling warna orange merupakan sebesar 10 ton

Catatan kode sistem warna Webbing Sling belt tersebut yaitu standar yang berlaku secara umum dalam dunia industri. Tetapi, sebagian industri ataupun manufaktur yang memproduksi Webbing Sling belt memakai varian yang sedikit berbeda. Khusus buat Webbing Sling  , varian ini ada pada kapasitas berat yang bisa dinaikan.

Metode Menghitung Kekuatan Webbing Sling

Saat sebelum mengenali metode menghitung kekuatan Webbing Sling, terdapat sebagian perihal yang butuh dikenal terlebih dulu. Dalam spesifikasi suatu produk Webbing Sling belt, salah satu sebutan yang kerap timbul merupakan kapasitas ataupun energi angkat. Kapasitas ini kerap pula diucap selaku working load limit (WLL), yaitu energi angkat dari alat tersebut. Sangat tidak dianjurkan buat mengangkut berat yang melebihi kapasitas ataupun WLL sebab bisa mengganggu webbing serta menimbulkan terbentuknya musibah.

Metode menghitung kekuatan Webbing Sling ataupun energi angkat webbing bisa memakai rumus:

Energi angkat maksimum= Kapasitas (WWL) x angle factor (Meter)

Sebagian contoh metode menghitung kekuatan Webbing Sling tersebut merupakan:

- Sebuah Webbing Sling   dengan kapasitas 5 ton hendak mengangkut suatu barang dengan sudut angkat 90 Sudut angkat 900 mempunyai nilai M=1, 4. Bersumber pada rumus diatas hingga: Energi angkat maksimum= 5 x 1, 4= 7 ton

Maksudnya, Webbing Sling   tersebut, apabila dipergunakan dengan sudut angkat 900 sanggup mengangkut barang dengan berat optimal 7 ton, lebih berat dari kapasitasnya.

- Sebuah Webbing Slingdengan kapasitas 20 ton hendak mengangkut barang dengan tata cara binding ataupun tata cara choke( ikat). Nilai Meter buat tata cara penaikan ini merupakan 0, 8, hingga: Energi angkat maksimum= 20 x 0, 8= 16 ton Maksudnya, webbing tersebut, apabila dipergunakan buat mengangkut barang dengan tata cara ikat cuma bisa mengangkut optimal 16 ton saja, kurang dari kapasitasnya.

Setiap produk Webbing Sling wajib penuhi standar perhitungan tersebut. Buat membenarkan produk yang hendak dipergunakan sudah cocok dengan standar tersebut, seleksi produk yang sudah menemukan sertifikasi dari tubuh yang mempunyai kewenangan dalam perihal tersebut.

Khusus buat produk Webbing Sling  , bisa ditentukan tiap produknya sudah penuhi standar pemenuhan guna Webbing Sling.

Produk   terbuat dengan penuhi ketentuan dalam syarat B. S. 3481. Tidak hanya itu, produk tersebut pula sudah penuhi standar sertifikasi Quality Management System Approved yaitu ISO9002: 1994. Tiap produk memperoleh garansi dari pihak industri terhadap seluruh bentuk kecacatan dalam material ataupun performa kerja. Perihal ini yaitu aspek utama yang menjamin maksimalnya guna Webbing Sling tersebut.

Dengan keberadaan sertifikasi serta jaminan tersebut, bisa ditentukan kalau produk Webbing Sling   sudah penuhi standar mutu buat membenarkan performa serta energi tahan. Dengan pemilihan produk bermutu seperti ini, proses kerja hendak berjalan lebih mudah, efisien, efektif, serta pula nyaman.

Kapasitas Webbing Sling

Fungsi Webbing Sling yang utama merupakan buat mengangkut barang berat. Dengan sistem kode warna webbing, sangatlah gampang buat memilah webbing yang pas serta cocok dengan kapasitasnya. Energi angkat ataupun kapasitas Webbing Sling itu sendiri sesungguhnya dipengaruhi oleh banyak aspek, yaitu:

- Web tensile strength

Website tensile strength merupakan tegangan ataupun tarikan maksimum yang bisa ditahan oleh suatu webbing kala direnggangkan ataupun ditarik saat sebelum webbing tersebut rusak ataupun putus.

Aspek ini yaitu aspek bawah dari pengukuran kapasitas Webbing Sling  . Tiap material webbing mempunyai nominal strength yang sudah diresmikan lebih dahulu. Tiap industri pembentuk webbing harus membenarkan kalau produk mereka penuhi ataupun melebihi nilai nominal strength ini.

- Faktor pembuatan

Aspek pembuatan Webbing Sling   pasti saja hendak pengaruhi kapasitas dari Webbing Sling belt itu sendiri. Sebagian contoh aspek pembuatan yang diartikan disini berbentuk jahitan ataupun pergantian yang dicoba pada material tersebut. Selaku contoh, jahitan yang diperlukan buat three- ply sling

pasti saja lebih banyak dibanding dengan jahitan pada two- ply slings. Perihal ini hendak pengaruhi kapasitas optimal dari Webbing Sling belt nantinya.

- Tingkat kekuatan hardware

Aspek yang satu ini jadi aspek yang butuh dipertimbangkan cuma dikala nominal strength dari hardware tersebut terletak lebih rendah ataupun dibawah nominal strength sling.

- Faktor desain

Sehabis membiasakan nominal strength buat Webbing Sling belt bersumber pada aspek pembuatan, langkah berikutnya merupakan memastikan kapasitas Webbing Sling dengan memakai aspek desain 5 to 1. Perbandingan angka ini pula kerap diucap dengan safety factor. Safety factor menampilkan berapa kali lipat dari SWL (kapasitas) Webbing Sling tersebut hendak putus. Selaku contoh, suatu webbing dengan kapasitas 3 ton dengan safety factor 5: 1, menampilkan kalau webbing tersebut sanggup menahan beban optimal 5×3= 15 ton saat sebelum putus. Terus menjadi besar nilai safety factor berarti terus menjadi nyaman serta optimal guna Webbing Sling belt tersebut. Safety factor yang umum dipergunakan dalam aplikasi lifting merupakan 5: 1, 6: 1, 7: 1, serta 8: 1. Buat Webbing Sling   sendiri ada safety factor 6: 1 serta buat Webbing Sling Toyo 8: 1.

Desain aspek ini diresmikan oleh American National Standards Institute( ANSI) yaitu standar ANSI B30. 9 Pasal 9- 5. 2. Lembaga ANSI serta OSHA memanglah mengharuskan tiap industri manufaktur Webbing Sling buat membuat laporan rating tiap produknya dengan menyertakan informasi hasil uji.

- Tes

Tidak hanya memikirkan seluruh aspek diatas, produsen ataupun manufaktur dari Webbing Sling hendak melaksanakan uji terhadap produk- produknya. Uji ini dicoba buat memandang apakah energi angkat ataupun kapasitas dari produk Webbing Sling tersebut sudah cocok dengan standar ataukah tidak.